TIMESINDONESIA, JAKARTA – Apakah Anda pernah merasa frustrasi karena anak sulit diajak belajar? Banyak orang tua menghadapi tantangan ini. Kunci utamanya bukan memaksa, melainkan menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan motivasi internal bagi anak. Berikut ini tujuh cara jitu yang bisa Anda coba untuk membantu anak lebih semangat belajar.
Anak-anak suka bermain, jadi mengapa tidak menggabungkan belajar dengan aktivitas yang menyenangkan? Misalnya, ajak anak berhitung dengan kancing baju atau kenalkan huruf melalui teka-teki silang. Pendekatan ini membuat otak mereka tetap aktif tanpa merasa tertekan.
Daripada hanya berkata, "Anak pintar," coba berikan pujian yang lebih detail. Contohnya, "Wah, tulisanmu hari ini rapi sekali! Ibu/Ayah bangga kamu sudah berusaha." Pujian yang spesifik menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan usaha mereka, bukan hanya hasilnya. Ini akan membangun rasa percaya diri dan motivasi diri.
Terlalu banyak aturan bisa membuat anak merasa jenuh. Cobalah buat jadwal yang santai dan tidak kaku. Misalnya, tentukan waktu belajar 30 menit setiap hari, tapi biarkan anak memilih subjek apa yang ingin dipelajari lebih dulu. Beri mereka jeda istirahat untuk bermain, makan camilan, atau sekadar meregangkan badan.
Anak-anak adalah peniru ulung. Jika Anda sering terlihat membaca buku, belajar hal baru, atau bahkan hanya menonton film dokumenter, mereka akan melihat bahwa belajar adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Tunjukkan bahwa belajar itu asyik dan tidak hanya terbatas di sekolah.
Ruangan yang berantakan atau terlalu banyak distraksi bisa menghambat konsentrasi. Sediakan tempat khusus yang bersih dan nyaman untuk anak belajar. Pastikan pencahayaan cukup dan jauh dari barang-barang yang bisa mengalihkan perhatian, seperti gadget atau mainan.
Setiap anak itu unik, begitu juga cara belajarnya. Apakah anak Anda lebih mudah mengingat dengan melihat (visual), mendengar (auditori), atau melakukan sesuatu (kinestetik)? Jika anak Anda adalah pembelajar visual, gunakan gambar atau video. Jika dia kinestetik, ajak dia melakukan eksperimen sederhana.
Dorong anak untuk bertanya dan mencari tahu. Saat mereka bertanya, jangan langsung berikan jawabannya. Ajak mereka untuk mencari tahu bersama, baik dari buku atau internet. Ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis, tapi juga menjadikan belajar sebagai petualangan seru yang tidak ada habisnya.
Membantu anak rajin belajar adalah sebuah proses, bukan hasil instan. Dengan menciptakan suasana yang positif dan menyenangkan, Anda akan melihat anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang mencintai proses belajar seumur hidup. (*)
Pewarta | : Sholihin Nur |
Editor | : Deasy Mayasari |
Usung Genre Post-Hardcore, Eve Band Warnai Musik Indonesia
Bawa Bantuan Kemanusiaan, Empat Relawan Aqsa Working Group Siap Terobos Blokade Gaza
Kemenag RITegaskan Madrasah Sebagai Pusat Pendidikan Islam dan Inovasi di Kancah Global
Affan Kurniawan Antar Pesanan Makanan Saat Dilindas Rantis Brimob
DBHCHT di BSBK Bondowoso Difokuskan untuk Infrastruktur Kawasan Pabrik Rokok
Ojol Terlindas Rantis Brimob, GMNI Banyuwangi: Tamparan Keras Demokrasi Indonesia
PMII Banyuwangi Kecam Oknum Polisi Tabrak Ojol Saat Demo di DPR
Imbas Rantis Brimob Lindas Ojol, KPD Minta Polri di Evaluasi Total
Buntut Tewasnya Pengemudi Ojol, PMII Jatim Desak Reformasi Total Institusi Polri
Emas Antam Naik Rp20.000 per gram, Catat Harga Terbaru Hari Ini