TIMESINDONESIA, MALANG – International Poster Exhibition 2024 resmi dibuka hari ini di MCC, lantai 5, dan akan berlangsung dari 23 hingga 27 Oktober 2024.
Acara yang dikenal sebagai Posko Visual ini merupakan bagian dari mata kuliah pameran wajib, dengan tema "Serenity: Peacefulness."
Tema tersebut mengajak pengunjung untuk merenungkan bahwa kedamaian hadir dalam berbagai bentuk dan interpretasi.
Pameran ini diorganisir oleh mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2021, dengan dukungan dari volunteer angkatan di bawahnya. Posko Visual tahun ini adalah yang ke-10, menjadikannya tradisi yang berkembang di kalangan seni dan desain.
Pada hari pertama, acara diisi dua sesi talkshow. Sesi pertama membahas konsep dekorasi dalam Posko Visual, menjelaskan bagaimana elemen desain mampu menciptakan suasana yang mendukung tema kedamaian.
Talkshow kedua, hasil kolaborasi dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), mengulas peran ADGI dalam mengembangkan kesadaran akan harmoni dalam industri desain. Diskusi ini bertujuan untuk menciptakan visual yang selaras dengan konsep perdamaian, menjadikan dunia tempat yang lebih baik.
Selain pameran poster digital, berbagai kegiatan interaktif turut meramaikan acara ini. Ada juga tenant yang menjual merchandise, booth permainan seperti Posko Match, board games, dan photo booth. Wahana art jamming juga tersedia, menawarkan ruang bagi desainer dan seniman untuk berkolaborasi dan menampilkan karya mereka.
Pameran ini menerima open submission dari berbagai kalangan, termasuk mancanegara, umum, serta siswa SMA dan SMK. Dari 500 karya yang masuk, terpilih lebih dari 300 poster digital yang sesuai dengan kriteria dan tema pameran.
Sesi awarding untuk karya favorit juga akan digelar, dengan penilaian dari Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn., Kaprodi DKV UM, dan Naufan Noordyanto, S.Sn., M.Sn., dosen komunikasi visual ITS. Pengunjung juga dapat berpartisipasi memilih karya favorit mereka.
Pameran ini dilengkapi dengan dua bioskop poster digital. Bioskop 1 menampilkan karya dengan warna-warna terang, sementara Bioskop 2 menampilkan karya dengan nuansa warna gelap.
Kategori karya mencakup siswa SMA, mahasiswa DKV UM, serta karya internasional dari berbagai negara seperti China, Brasil, Rusia, Eropa, Amerika, Jepang, dan Singapura. (*)
Pewarta | : Nanda Viola (MG) |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Hayono Isman Lantik DPP LBPH KOSGORO, Diharapkan Membantu Rakyat Kecil
Surya Paloh Pecat Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem DPR
UM Lepas Mahasiswa Program 3+1: Dari Malang Menuju Negeri Tirai Bambu
Luar Biasa, Arek Malang Izabelle Kiara Raih Trophy Emas dan Perak di Shanghai
Antisipasi Aksi Massa, LPA Jatim Dorong Pemkot Surabaya Terapkan Belajar Daring
Bulog dan TNI–POLRI Gelar Gerakan Pasar Murah di Osmok Kupang
Imbas Unjuk Rasa, TikTok Matikan Fitur LIVE Hingga Beberapa Hari
Tokoh Agama di Lamongan Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian
Ketua Aptisi Jatim Imbau Mahasiswa Hindari Aksi Anarkis Pasca Tragedi Affan Kurniawan
Kapolres Majalengka Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Demo DPR