Kesehatan

Hindari Informasi Negatif untuk Jaga Kesehatan Mental

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 01:48 | 5.62k
Saring Sebelum Sharing. (Foto: DJKN
Saring Sebelum Sharing. (Foto: DJKN

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Psikolog Klinis RSUD Wangaya Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama berita bernuansa negatif yang beredar di media sosial. Menurutnya, paparan berlebihan dapat menimbulkan stres hingga mengganggu kesehatan mental.

“Hati-hati hal tersebut (berita negatif) bisa membuat kita overwhelmed, bahkan menjadi stres dan kemudian berkembang menjadi masalah-masalah kesehatan mental lainnya. Kata kuncinya cuma satu yaitu, filter,” kata Nena saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Advertisement

Ia menyarankan masyarakat untuk memilah berita yang benar-benar bermanfaat, bukan yang justru menambah beban pikiran. “Ingat kesehatan kita lebih penting dari apa pun,” ujarnya.

Bagi mereka yang sudah terlanjur terpapar, Nena menyarankan melakukan jeda sejenak dengan mengatur napas secara perlahan serta mempertimbangkan apakah informasi tersebut layak disimpan atau tidak.

Cara lain yang disarankan yakni berbincang dengan orang terdekat mengenai hal-hal ringan dan menyenangkan, hingga beristirahat dari konten-konten negatif di media sosial.

“Upaya lain yaitu berpuasa dari konten negatif dan melakukan aktivitas fisik agar energi tersalurkan, sehingga tidak hanya terpaku di media sosial,” katanya.

Belakangan ini, linimasa publik diwarnai berbagai isu yang dianggap melelahkan, mulai dari kasus operasi tangkap tangan pejabat, tindak kriminal, hingga kerusuhan dalam aksi demonstrasi. Sejumlah warganet juga mengeluhkan rasa jenuh terhadap derasnya informasi yang mengejutkan hampir setiap hari.

Sementara itu, Psikolog Klinis Universitas Indonesia, Kasandra Putranto, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengutip pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya berarti bebas dari penyakit, tetapi juga kondisi sejahtera secara fisik, mental, dan sosial.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES