Conkkop Fighter FC Ukir Sejarah, Runner-Up Madura Cup 2025 Jadi Momentum Kebangkitan

TIMESINDONESIA, BALI – Malam penuh sorak sorai mewarnai lapangan Arjuna Futsal, Badung, Bali. Conkkop Fighter FC. Tim futsal kebanggaan anak muda desa Kropo, Raas, Sumenep itu tak henti-hentinya menerima ucapan selamat setelah berhasil mencetak sejarah untuk pertama kalinya mereka lolos hingga final di turnamen futsal bergengsi Madura Cup edisi kemerdekaan.
Meski harus puas dengan posisi juara dua usai takluk dari tim tangguh Tanjung Wangi, para pemain Conkkop Fighter FC tetap disambut layaknya pahlawan. Tidak ada wajah murung. Sebaliknya, senyum bangga dan rasa syukur merekah di antara para pemain, official, hingga suporter yang datang memberi dukungan.
Advertisement
“Ini bukan sekadar soal kalah atau menang. Bagi kami, bisa menembus final adalah bukti kerja keras bersama. Juara dua ini terasa seperti juara satu di hati kami,” ujar Sapradi Safi, Ketua Organisasi Conkkop Fighter sekaligus sosok yang setia mendampingi tim sejak awal berdiri, Kamis (28/8/2025).
Perjalanan yang Penuh Liku
Turnamen Madura Cup tahun ini memang menyedot perhatian pecinta futsal di berbagai daerah. Puluhan tim terbaik dari berbagai desa di Kecamatan Raas berkompetisi dengan semangat memperingati hari kemerdekaan. Conkkop Fighter FC datang bukan sebagai favorit. Bahkan, banyak yang meragukan langkah mereka bisa jauh.
Namun, sejak babak penyisihan, Conkkop Fighter FC menunjukkan permainan kolektif yang mengejutkan. Mereka bukan hanya mengandalkan skill individu, tetapi juga kekompakan tim. Gol demi gol tercipta dari kerja sama apik, bukan dari aksi satu orang saja.
Atmosfer kebersamaan itu menjadi kunci. Di setiap laga, dukungan suporter setia Conkkop Fighter FC itu tidak pernah surut. Sorak penyemangat, hingga iringan musik tambourin khas tim kebanggaan ini menjadi energi tambahan bagi para pemain.
“Pemain Conkkop Fighter FC ini bermain dengan hati. Mereka tidak hanya membela tim, tapi juga membawa nama baik kampung halaman. Itu yang bikin mereka berbeda,” kata kak Sap akrab disapa.
Final yang Menegangkan
Laga final melawan Tanjung Wangi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil ngotot sejak menit awal. Conkkop Fighter FC sempat membuat kejutan lewat gol cepat yang disambut gemuruh suporter. Namun, Tanjung Wangi mampu membalikkan keadaan dengan serangan balik yang efektif.
Meski akhirnya Conkkop Fighter FC harus mengakui keunggulan lawan, sorakan suporter tidak pernah berhenti. Justru mereka makin keras memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan tim kebanggaan mereka.
“Kami kalah dari wasit, tapi menang dalam semangat. Tim kami sudah menunjukkan permainan terbaik. Ini awal dari cerita besar Conkkop Fighter FC,” tambah kak Sap, matanya berbinar menahan haru.
Malam Perayaan yang Mengharukan
Setelah pertandingan, malam itu lapangan Arjuna Futsal Badung, Bali seketika berubah jadi arena perayaan. Musik khas daerah diputar, dan semua orang bergembira. Tidak ada kesedihan karena gelar juara lepas, yang ada hanyalah rasa bangga karena Conkkop Fighter FC bisa menembus final.
Anak-anak kecil dengan bangga mengenakan jersey tiruan Conkkop Fighter FC, sementara para orang tua bercerita tentang betapa luar biasanya perjuangan tim ini. Seakan-akan semua orang yang menyaksikan itu merasa ikut bermain di lapangan.
“Kemenangan terbesar Conkkop Fighter FC adalah menyatukan anak muda. Kami semua merasa punya bagian dalam perjalanan ini. Dari yang menyumbang air minum, makanan, sampai yang rela berdiri mendukung di pinggir lapangan. Semuanya adalah keluarga besar Conkkop FC,” tutur Kak Sap sembari menyampaikan ucapan terimakasih.
Harapan ke Depan
Kisah Conkkop Fighter FC di Madura Cup edisi kemerdekaan ini tentu belum berakhir. Bagi Kak Sap, runner-up hanyalah batu loncatan menuju capaian yang lebih besar.
Ia percaya, dengan konsistensi latihan dan dukungan masyarakat, Conkkop Fighter FC bisa menjadi tim futsal yang disegani, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional.
“Kami ingin membuktikan bahwa sepak bola dan futsal bukan sekadar olahraga. Ini adalah ruang untuk anak muda belajar disiplin, kerja sama, dan mengukir prestasi. Siapa tahu, dari Conkkop Fighter FC lahir pemain profesional suatu hari nanti,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Masyarakat pun sepakat. Dukungan akan terus digelontorkan, baik berupa fasilitas latihan maupun semangat yang tidak pernah putus. Semua percaya, apa yang ditorehkan Conkkop Fighter FC malam ini hanyalah permulaan dari cerita panjang tentang mimpi besar anak muda desa Kepulauan Raas.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Euforia Conkkop Fighter FC menjadi bukti nyata bahwa olahraga memiliki daya ikat sosial yang luar biasa. Bukan hanya tentang skor akhir, melainkan tentang bagaimana sebuah tim mampu membangkitkan rasa kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan membangun optimisme baru.
Conkkop Fighter FC mungkin hanya runner-up secara formal, tetapi di hati masyarakat mereka adalah juara sejati. Malam itu, di tengah sorak teriakan penuh kebanggaan, Conkkop Fighter FC benar-benar telah menorehkan sejarahnya sendiri. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Hainorrahman |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |