Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot IPB Bogor Susun Desain Strategis Pengembangan Komoditas Lokal Parigi Moutong

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:27 | 5.24k
Tim Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB) menyusun desain strategi pengembangan komoditas unggulan yang aplikatif dan berbasis potensi lokal di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Tim Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB) menyusun desain strategi pengembangan komoditas unggulan yang aplikatif dan berbasis potensi lokal di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. (Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – Tim Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB Bogor) menyusun desain strategi pengembangan komoditas unggulan yang aplikatif dan berbasis potensi lokal di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. 

Salah satu komoditas lokal yang bisa dikembangkan di kabupaten ini adalah Durian Moutong.

Advertisement

Rencana ini seiring kedatangan Tim Ekspedisi Patriot dari IPB University di Kabupaten Parigi Moutong. Kedatangan tim ekspedisi ini disambut oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.

Ketua Tim Ekspedisi IPB, Lukmanul Hakim Zaini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Nasional Ekspedisi Patriot yang dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman pada 24–25 Agustus 2025 di Jakarta lalu.

Tim dari IPB ini beranggotakan lima orang, dipimpin oleh Dr. nat. techn. Lukmanul Hakim Zaini (Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB), dengan Koordinator Lapangan Habib Alif Refdy, serta anggota Dyah Ayu, Febri Berutu, dan Zildjan Nasrullah (mahasiswa/alumni IPB). 

Lukmanul Hakim Zaini menjelaskan bahwa timnya akan menetap selama empat bulan dengan basecamp awal di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu. 

“Tim akan menetap di Desa Petunasugi selama empat bulan untuk melakukan survei lapangan, pemetaan aktor, dan penilaian daya saing komoditas. Pendekatan kami menggabungkan analisis rantai pasok dan SWOT agar strategi yang dirumuskan aplikatif dan berbasis potensi lokal.”, jelas Lukman.

Tujuan utama ekspedisi adalah menyusun desain strategi pengembangan komoditas unggulan yang aplikatif dan berbasis potensi lokal. 

Pendekatan penelitian akan menggabungkan analisis rantai pasok dan analisis SWOT, serta metode survei lapangan, pemetaan aktor dalam sistem produksi dan distribusi, dan penilaian daya saing berbasis data primer serta masukan pemangku kepentingan dari petani hingga pelaku pasar.

Ditempat yang sama Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mendukung penuh terhadap kegiatan ini dan menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk memfasilitasi data dan koordinasi melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. 

“Kami memberikan dukungan penuh, termasuk akses data dan koordinasi antar OPD melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi” kata Erwin. 

Ia menjelaskan bahwa komoditas yang sedang tren dan menjanjikan saat ini adalah durian. "Saat ini durian menjadi salah satu komoditas unggulan yang menjanjikan, kami berharap rekomendasi tim akan memperkuat nilai tambah dan rantai pasoknya.”kata Erwin. 

Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Parigi Moutong, Hendra Bangsawan menegaskan kesiapan memberikan akses data dan fasilitasi technical-logistik bagi tim selama masa studi.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan intervensi teknis yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat rantai pasok, dan memberdayakan pelaku usaha pertanian di kawasan transmigrasi bahari Tomini Raya. 

Selama masa tinggal di lapangan, tim berkomitmen melaporkan perkembangan secara berkala kepada Pemkab Parigi Moutong dan pihak Kementerian Transmigrasi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES