Peristiwa Daerah

Ratusan Emak-Emak di Malang Nobar Film Panggil Aku Ayah untuk Kampanyekan Peran Ayah dalam Keluarga

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:58 | 6.03k
Ratusan Kader KB di Kota Malang saat nobar Film Panggil Aku Ayah di Mopic Soekarno Hatta Malang, Jumat (29/8/2025). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Ratusan Kader KB di Kota Malang saat nobar Film Panggil Aku Ayah di Mopic Soekarno Hatta Malang, Jumat (29/8/2025). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebanyak 180 ibu-ibu Kader Keluarga Berencana (KB) di Kota Malang mengikuti nonton bareng (nobar) film Panggil Aku Ayah di Mopic Soekarno Hatta Malang, Jumat (29/8/2025). Acara ini menjadi bagian dari kampanye Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga).

Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kota Malang, Danial Mukti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program quick win Kementerian Mendukbangga.

“Film ini menceritakan bagaimana kehadiran figur ayah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga penuh perhatian. Saat ini, banyak keluarga di Indonesia mengalami fenomena fatherless, di mana ayah ada secara fisik tetapi jauh secara komunikasi dan psikologis,” ungkap Danial.

Menurutnya, nobar ini sudah dilakukan di berbagai kota di Indonesia, termasuk hampir seluruh kota di Jawa Timur. Sasaran utama program ini adalah para ayah atau calon ayah agar mereka memahami perannya dalam keluarga.

Sementara itu, Aulia Rayimas Tinkar, Tenaga Ahli Mendukbangga, menegaskan bahwa film ini bukan hanya ditujukan untuk ayah, tetapi untuk seluruh anggota keluarga.

“Pak Menteri selalu menekankan bahwa ketahanan negara berawal dari ketahanan keluarga. Saat ini ada fenomena fatherless yang cukup memprihatinkan. Harapannya, setelah menonton film ini, para orang tua bisa memahami pentingnya peran ayah dan ibu dalam pengasuhan,” jelas Aulia.

Ia menambahkan bahwa peran ayah tidak sekadar memberikan kebutuhan material atau perlindungan fisik. Lebih dari itu, ayah harus hadir secara emosional, menjadi pendidik, dan teladan bagi anak.

“Ayah harus mengajarkan kemandirian, ketangguhan, dan nilai-nilai kehidupan. Inilah pesan utama yang ingin disampaikan melalui film Panggil Aku Ayah,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran ayah dalam keluarga dan mengurangi fenomena fatherless yang berdampak pada perkembangan anak.(*)

Advertisement

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES