Peristiwa Daerah

Lentera Panji, Topeng Malang Bangkit Lagi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:17 | 9.27k
Tari Topeng Malangan yang ditampilkan dalam acara Pagelaran Lentera Panji di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jumat (29/8/2025) malam. (foto: Nayla Tabriza Ramadhani/TIMES Indonesia)
Tari Topeng Malangan yang ditampilkan dalam acara Pagelaran Lentera Panji di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jumat (29/8/2025) malam. (foto: Nayla Tabriza Ramadhani/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menggelar Pagelaran Lentera Panji di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jumat (29/8/2025). Acara ini dibuka dengan Tari Grebeg Jawa yang dilanjutkan dengan penampilan Topeng Panji, salah satu kesenian khas Malang Raya.

Menurut catatan Disbudpar Jatim, Topeng Panji merupakan warisan budaya yang hampir punah. Melalui pagelaran ini, pemerintah berupaya menghidupkan kembali tradisi tersebut agar lebih dikenal masyarakat, khususnya generasi muda di Malang dan Jawa Timur.

Advertisement

Tari-Topeng-Malangan-B.jpg

Pertunjukan Topeng Panji ditampilkan oleh anak-anak sanggar tari lokal dari beberapa desa asal tradisi ini, seperti wilayah Tumpang, Kabupaten Malang. Keterlibatan anak-anak muda diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memastikan kesenian warisan leluhur ini tetap lestari.

“Antusiasme masyarakat luar biasa, terutama dari kalangan muda. Mudah-mudahan pemerintah bisa terus memfasilitasi kegiatan ini, sampai akhirnya akar budaya ini benar-benar kuat dan kembali meluas,” ujar perwakilan Disbudpar Jatim.

Salah satu penonton, Nayla, mengaku terkesan dengan pertunjukan tersebut.

Tari-Topeng-Malangan-C.jpg

“Jujur, bagus banget dan keren. Ceritanya menarik, suara gamelannya khas, serasa dihipnotis. Penontonnya juga membludak sampai ke luar area, jadi benar-benar ramai,” ungkapnya.

Pagelaran Lentera Panji diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali Topeng Panji sebagai ikon budaya Malang Raya yang hampir punah, sekaligus memperkuat fondasi kebudayaan lokal di tengah derasnya arus modernisasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES