Peristiwa Daerah

Kapolresta Malang Kota Sebut 4 Anggotanya Kritis Akibat Demo Ricuh

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 16:34 | 13.41k
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono menyebut bahwa ada empat anggota Polresta Malang Kota yang terluka parah hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

Kondisi yang dialami oleh keempat anggota kepolisian ini akibat demo ricuh yang terjadi di depan Mako Polresta Malang Kota, Jumat (29/8/2025) kemarin malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari tadi.

Advertisement

“Empat anggota terluka. Satu kepalanya bocor, nyonyor hingga patah lengan di kanan dan kiri akibat lemparan,” ujar Kombes Pol Nanang, Sabtu (30/8/2025).

Ia juga membenarkan bahwa keempat anggotanya tengah kritis dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

“Semua masih di rumah sakit, kritis semua,” ungkapnya.

Meski begitu, ia sebagai aparat kepolisian tak ingin mengeluhkan kondisi tersebut. Ia hanya ingin memastikan Kota Malang tetap kondusif dan tak ada lagi kegiatan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami tidak pernah mengeluh soal itu. Kami hanya ingin kondusif,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo terjadi di Kota Malang sejak Jumat (29/8/2025) kemarin sore.

Ratusan ojek online (ojol), mahasiswa hingga masyarakat turun ke jalan menuntut sejumlah hal terkait kebijakan pemerintah, kenaikan gaji DPR hingga tewasnya salah satu ojol bernama Affan Kurniawan (21) yang dilindas mobil Brimob ditengah aksi demo di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Aksi awalnya terjadi di area Alun-alun Merdeka Kota Malang sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Ratusan ojol, mahasiswa hingga masyarakat berdoa bersama dan menyalakan lilin untuk Affan Kurniawan.

Setelah berakhir, sekitar pukul 18.30 WIB, ratusan massa aksi bergeser ke Mako Polresta Malang Kota untuk melakukan aksi demo lanjutan.

Awalnya, demo berjalan kondusif hingga kedatangan ratusan TNI, bahkan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono keluar menemui massa hingga memberikan permohonan maaf secara terbuka.

Namun, demo masih terus berlanjut dan kericuhan dimulai sejak pukul 22.00 WIB. Ratusan massa aksi mulai melempari batu, membakar baliho hingga merusak spanduk dan mencoret coret tembok Mako Polresta Malang Kota.

Akhirnya, sekitar pukul 22.30 WIB, ratusan personel Brimob lengkap dengan tameng dan senjata gas air mata datang untuk memecahkan massa aksi dan mencoba membubarkan.

Gas air mata pun ditembakkan bertubi tubi hingga masuk ke area rumah sakit Saiful Anwar Malang. Sekitar pukul 01.20 WIB, massa aksi dari kawasan RSSA hingga Kayutangan dipukul mundur. Mereka pun akhirnya melakukan pembakaran sejumlah pos polisi hingga Subuh tadi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES