Peristiwa Daerah Derap Nusantara

Kerusuhan di Kantor DPRD Makassar, BPPD: 67 Mobil Hangus dan Delapan Korban Berjatuhan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:20 | 16.31k
Sejumlah orang membawa barang hasil jarahan usai Kantor DPRD Kota Makassar dibakar massa, di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Antara/Darwin Fatir)
Sejumlah orang membawa barang hasil jarahan usai Kantor DPRD Kota Makassar dibakar massa, di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Antara/Darwin Fatir)

TIMESINDONESIA, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat puluhan unit mobil ludes terbakar saat peristiwa kerusuhan kasus pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025) dini hari.

"Saat ini asesmen sementara kita ada 67 unit mobil. Hampir semuanya mobil dinas, tapi ada beberapa juga mobil pribadi. Untuk motor ada beberapa juga, tapi jumlahnya masih diasesmen," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar, di Makassar, Sabtu (30/8/2025).

Advertisement

Ia menegaskan, peristiwa tersebut merupakan kejadian luar biasa, selain menelan korban jiwa juga terdapat korban kendaraan yang dirusak massa dengan cara dibakar sampai menjadi bangkai.

Oleh karena itu, BPBD yang menjadi salah satu badan dalam Pemerintah Kota Makassar turut membantu mengevakuasi korban saat kejadian tersebut pada Sabtu (30/8) dini hari.

massa-4.jpgSejumlah orang membawa televisi  hasil jarahan usai Kantor DPRD KotaMakassar dibakar massa, di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Antara/Darwin Fatir)

"Kami membantu untuk mengevakuasi korban dari semalam sampai sekarang kita masih bertugas. Dari TNI juga turut membantu untuk pengamanan," katanya.

"Untuk korban semalam itu ada delapan orang korban, asesmen terakhir dari BPBD. Tiga korban meninggal, dua luka berat dan tiga luka sedang," tuturnya menyebutkan

Untuk korban luka, kata dia, kini sedang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit. Sedangkan korbannya ada dari pegawai DPRD Kota Makassar, ada dari staf dinas lain," ujarnya.

Selain pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, massa juga membakar Kantor DPRD Provisi Sulsel. Kendaraan yang terbakar satu mobil dan satu motor mengalami kerusakan berat usai dibakar. Sejauh ini, tim Damkarmat Makassar telah memadamkan api di DPRD Sulsel.

Ia menekankan, dengan proses seperti ini, pihaknya tetap melakukan pengawasan. Artinya, tim dari BPBD Kota Makassar sejauh ini telah melakukan asesmen.

Sebelumnya, dari data TRC BPBD Makassar tercatat ada tiga orang korban tewas. Masing-masing Sarinawati (26) jenis kelamin perempuan, Staf DPRD Makassar. Ditemukan tim evakuasi dalam kondisi hangus terbakar dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara.

Selanjutnya, Syaiful (43) laki-laki meninggal di Rumah Sakit Grestelina dalam kondisi terbakar. Korban diketahui Staf Kecamatan Ujung Tanah. Dan Abay laki-laki staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Jenazahnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara.

Sedangkan luka berat sebanyak dua orang, masing-masing Budi Haryati (30) pegawai DPRD Makassar dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma. Heriyanto (28) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Grestelina mengalami luka berat karena melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel.

Korban luka sedang bernama Sahabuddin (45) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Hermina mengalami kondisi sakit pada bagian pinggul karena melompat dari lantai 2 saat kebakaran berlangsung.

Selanjutnya, Arif Rahman Hakim (28) pegawai DPRD Makassar, luka sedang terkena lemparan batu dan telah dirawat di Rumah Sakit Grestelina. Dan Agus Setiwawan (32) pegawai DPRD Makassar mengalami sakit pada bagian punggung dan telah dirawat di Rumah Sakit Hermina.

Tim evakuasi gabungan dari BPBD, Damkarmat, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinas Kesehatan Provinsi serta dibantu tim relawan potensi SAR.

Warga Jarah Barang Kantor DPRD Kota Makassar

Sejumlah orang menjarah barang-barang yang masih berharga pada Sabtu pagi usai Kantor DPRD Kota Makassar dibakar massa saat terjadi aksi unjuk rasa di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pantauan, Sabtu, terlihat mereka sibuk mengambil onderdil dari bangkai mobil  terbakar. Beberapa lainnya masuk ke dalam kantor mengambil barang elektronik hingga kompresor mesin pendingin.

Mereka mengambil barang yang bukan miliknya tanpa ada yang melarang, meskipun ada aparat keamanan.

massa-5.jpgWarga menyaksikan saat detik-detik Kantor DPRD Sulawesi Selatan  terbakar di Jalan Urip Sumoharjo  Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025) dini hari.(Foto: Antara/Darwin Fatir)

"Dari pada tinggal pak, lebih baik diambil untuk dijual. Banyak juga orang begitu, ambil besi-besinya mobil untuk dijual. Mau ditimbang di loakan," kata Amran, salah seorang warga.

Terlihat pula situasi kantor dewan setelah dibakar ini berubah menjadi tempat wisata dadakan. Banyak orang sengaja datang berfoto-foto dengan kondisi kantor yang sangat miris, dengan bangkai mobil-mobil yang sudah hangus dilalap api.

Dari pantauan, kejadian pembakaran kantor dewan tersebut  terjadi sejak malam sampai dini hari. Pagi ini banyak orang menjarah barang-barang di kantor tersebut dengan sengaja membawa perlengkapan  untuk memuluskan penjarahan.

Tidak terlihat aparat kepolisian yang melakukan penjagaan, dan tidak ada larangan bagi siapa saja yang ingin mengambil barang-barang tersebut.

Kantor DPRD Sulsel Dibakar Massa 

Seperti diberitakan  Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya ludes terbakar usai dibakar massa secara beringas di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Massa secara anarkis masuk ke kantor dewan tersebut setelah pintu gerbang dijebol. Secara membabi buta massa melemparkan batu dan bom molotov ke arah kantor milik pemerintah itu.

Massa aksi merasa tidak puas usai membakar kantor DPRD Kota Makassar di Jalan Andi Pangeran Pettarani kemudian bergerak ke Jalan Urip Sumoharjo.

Aksi massa tidak bisa dibendung oleh TNI satuan Marinir yang sebelumnya berjaga-jaga akhirnya jebol hingga terjadi pembakaran. Rata-rata massa dari masyarakat bercampur mahasiswa dengan jumlah ribuan.

"Mungkin rakyat sudah marah sampai berani membakar kantor dewan itu. Kami dibuat sengsara. Pemerintah harus peka terhadap rakyat," tutur Sandy salah seorang warga menyaksikan gedung perwakilan rakyat itu terbakar.

Dari pantauan lapangan, bangunan permanen kantor pemerintah telah ludes terbakar hingga sampai ke atap.

Si jago merah bahkan sudah menjalar ke menara DPRD yang biasanya digunakan rapat oleh anggota dewan. Belum diketahui apakah ada korban dalam insiden itu.

Aparat kepolisian juga tidak terlihat yang biasanya berjaga-jaga mengamankan demostrasi. Sedangkan pemadam kebakaran tidak bisa berbuat banyak. Dari pantauan lapangan, ribuan massa masih memadati lokasi kebakaran. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES