Usai Kerusuhan 30 Agustus, Driver Ojol di Surabaya Bersihkan Puing-puing

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pasca-peristiwa pembakaran pos polisi di sejumlah titik di Kota Surabaya yang dilakukan oleh massa demonstran, warga Surabaya bersama driver ojek online membersihkan puing-puing sisa pembakaran.
Seperti yang terlihat di tiga lokasi berbeda pertama, Pos Polisi Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani. Kedua, pos polisi depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jalan Raya Darmo dan terakhir Pos Polisi Taman Bungkul.
Advertisement
Eko Setiawan (50), seorang pengemudi ojol yang telah berprofesi selama 9 tahun, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan yang terjadi.
“Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembersihan.
Para pengemudi ojol ini bahu-membahu membersihkan puing-puing dan serpihan bekas kerusuhan. Mereka mengumpulkan sampah, menyapu jalanan, serta membersihkan sisa-sisa pembakaran.
"Biaya untuk kegiatan pembersihan ini sepenuhnya ditanggung secara swadaya oleh teman-teman pengemudi ojol," tuturnya.
Pembagian wilayah pembersihan dilakukan berdasarkan lokasi pos polisi yang dirusak dan dibakar. Setiap pos polisi diisi oleh 10 hingga 20 orang pengemudi ojol. Mereka bekerja dengan semangat gotong royong untuk memulihkan kondisi kota Surabaya.
Adapun beberapa pos polisi dengan kerusakan terparah di antaranya, pos polisi depan Kebun Binatang Surabaya, Pos Polisi Taman Bungkul, dan pos polisi dekat Taman Pelangi Surabaya.
Seperti yang diketahui, akibat dari peristiwa pada Jumat (29/8/2025) dan Sabtu (30/8/2025), setidaknya 25 sepeda motor terbakar, belasan pos polisi rusak, dan satu kantor Polsek Tegalsari mengalami kerusakan parah karena aksi pembakaran oleh orang tidak dikenal.
Aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh para pengemudi ojol ini diharapkan dapat meringankan beban pemerintah kota dalam memulihkan kondisi Surabaya.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rizal Dani |