Seruan dan Doa Kedamaian Gus Iqdam untuk Bangsa dari Lereng Bromo

TIMESINDONESIA, MALANG – Seruan kedamaian berkumandang dari lereng Bromo, dari Gus Iqdam dalam tausiyahnya, di lapangan Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025) malam.
Seruan damai ini disampaikan dalam acara pengajian bertajuk Ngaji Bareng Gus Iqdam, yang diikuti ribuan jamaah memperingati HUT ke-80 RI.
Advertisement
Dalam tausyiahnya, Gus Iqdam mendoakan kedamaian dan kesejahteraan negeri, saat Indonesia kini sedang tercabik. Seiring maraknya aksi demonstrasi yang masih terus memanas,
Tanpa melarang untuk ikut dalam penyampaian pendapat, Gus Iqdam juga mengajak masyarakat agar jangan suka gegabah dan hanya ikut-ikutan aksi massa, yang akhirnya berujung ricuh.
"Jika ada suatu berita, jangan cepat dipercaya jika belum tahu sendiri tentang kebenarannya. Pastikan dulu bahwa kabar itu benar, itu perintah agama," tutur Gus Iqdam.
Dai muda kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini juga menyampaikan, bahwa kini situasi negeri sedang kurang baik, maka diperlukan sikap hati-hati dan tindakan yang gegabah.
"Kita do'akan bersama negeri ini diberikan kedamaian," ajaknya.
Ngaji Bareng Gus Iqdam ini diinisiasi satu komunitas jip yang terbiasa melayani wisatawan menuju Gunung Bromo dan Semeru dari titik Tumpang dan Poncokusumo, BTS Trans 4x4. Acara yang diselenggarakan di lapangan Desa Wonomulyo itu terlihat meriah. Tak hanya keluarga anggota komunitas jip BTS Trans 4x4, masyarakat lainnya juga antusias hadir.
Tausyiah yang berdurasi sekitar tiga jam lebih dalam dinginnya angin malam dataran tinggi Poncokusumo tidak membuat jamaah bergerak. Ribuan jamaah tetap kerasan mengikuti pengajian walaupun mereka datang sejak sore bahkan ada yang sedari siang. Padahal, tausyiah baru dimulai pada pukul 21.00 WIB.
Di tempat yang sama, ketua panitia pelaksana Ngaji Bareng, Susilo Apriyanto yang biasa dipanggil Gentong, mengatakan jika persiapan dilakukan secara mendadak. Para anggota BTS Trans 4x4 memang bisa dikatakan sebagai jamaah Gus Iqdam.
"Bahkan kami pernah hadir ke pengajian di rumahnya (Gus Iqdam) di Blitar bersama-sama yang semuanya mengendarai jip masing-masing," terang pria yang juga pemilik angkutan jip Bromo ini.
Gus Iqdam yang hadir sejak pagi di Poncokusumo, usai pengajian tidak langsung kembali pulang ke Blitar. Dia bersama rombongan menginap di glamping sebuah tempat wisata dan perkemahan di Poncokusumo, berlanjut menuju ke Bromo untuk ikut menikmati keindahan alam pegunungan dengan panoramanya yang menakjubkan. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |