Gus Nasrul: Pergunu Ajak Guru NU Jadi Pelopor Kedamaian di Tengah Maraknya Demonstrasi

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu), Dr KH Nasrulloh Afandi, Lc, MA, menyerukan kepada seluruh guru di Indonesia untuk tampil sebagai pelopor teladan kedamaian dan ketertiban di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Gus Nasrul, sapaan akrabnya, para guru memiliki posisi sangat strategis, karena keberadaannya yang dekat dengan masyarakat, baik di lingkungan sekolah, pesantren, maupun di tengah kehidupan sosial.
Advertisement
“Para guru, khususnya guru NU, harus mampu menjadi pelopor berdemokrasi, serta pendidikan politik, dengan kedamaian, ketenangan, dan ketertiban, termasuk dalam konteks menyampaikan aspirasi kepada pemerintah,” ujar Gus Nasrul, di hadapan para wartawan, Sabtu (30/8/2025)
Pernyataan itu disampaikan sebagai respon atas maraknya aksi unjuk rasa di yang berlangsung di depan gedung DPR RI hingga di sejumlah daerah.
Aksi tersebut sebagian besar dilakukan oleh beragam kalangan yang menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari isu ekonomi, pajak, hingga politik, ulah DPR dan lainnya.
Gus Nasrul menilai bahwa dalam situasi seperti ini, peran guru NU sangat penting sebagai penengah sekaligus pendidik dalam menjaga agar penyampaian aspirasi tidak berujung pada kerusuhan, yang merugikan negara dan masyarakat.
“Demonstrasi adalah bagian dari demokrasi,dan dijamin oleh konstitusi, setiap warga negara punya hak berdemonstrasi. Tetapi harus tetap dalam koridor damai. Jangan sampai aspirasi yang baik, berubah menjadi tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak, atau terpancing oleh provokator, bahkan kadang warga negara biasa jadi salah sasaran amuk masa,” kata Gus Nasrul yang juga wakil ketua Komisi Kerukunan antar Ummat Beragama MUI Pusat itu.
Ia menambahkan, sejarah panjang telah mencatat bahwa para guru selalu berperan aktif menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Maka, Gus Nasrul berharap tradisi tersebut tetap diteruskan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“NU berdiri di garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI. Para guru , utamanya guru NU, baik yang di pesantren maupun yang diluar pesantren, sebagai bagian dari keluarga besar NU harus konsisten menebar nilai-nilai kedamaian dan toleransi,” jelasnya.
Gus Nasrul juga mengingatkan, bahwa guru NU memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh nyata kepada murid, keluarga, dan masyarakat. keteladanan seorang guru tidak hanya tercermin dalam ruang kelas, tetapi juga dalam sikap sosial di kehidupan sehari-hari.
“Guru itu digugu dan ditiru. Karena itu, setiap guru NU harus bisa menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, termasuk ketika ada dinamika sosial politik seperti saat ini, para guru perlu memberi edukasi politik dan wawasan kebangsaan yang sehat” ucap Gus Nasrul yang juga alumnus pesantren Lirboyo Kediri itu.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik.
“Kalau ada hal-hal yang ingin diperjuangkan, mari kita sampaikan dengan cara yang santun, tidak perlu menimbulkan kegaduhan, janganlah menyerukan kebaikan, tapi mengakibatkan kerusakan di ruang publik” tegas Gus Nasrul yang juga aktif berdakwah di berbagai provinsi Indonesia itu.
Lebih jauh, Gus Nasrul berharap para guru NU tidak hanya menjadi penonton dalam situasi bangsa, tetapi aktif mengambil peran. Ia mendorong guru untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya demokrasi yang sehat, cara berpendapat yang santun, serta menjaga persatuan di atas segala perbedaan.
“Kita butuh regenerasi, agar para pemuda, generasi bangsa paham bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak warga negara, tetapi ada etika dan tanggung jawab moral yang harus dijaga serta tidak bertentangan dengan etika santun orang Indonesia. Di sinilah guru NU harus hadir sama-sama membimbing,” tuturnya.
Dengan pernyataan tersebut, PP Pergunu ingin menegaskan kembali komitmennya untuk ikut serta menjaga stabilitas bangsa. Sebagai organisasi yang menaungi para pendidik NU, Pergunu melihat momentum ini sebagai saat yang tepat untuk memperkuat peran guru dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat, saat terjadi dinamika politik.
“Kalau bangsa ini damai, pendidikan bisa berjalan dengan baik dan berkualitas. Kalau masyarakat tenang, anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Itu di antara tujuan besar kita bersama,” kata Gus Nasrul kiyai muda asal Pesantren Balekambang Jepara, Jateng itu. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |