Peristiwa Nasional

Demo Meledak, Mahfud MD Bicara Penyebab Rakyat Murka hingga Kecemasannya Terhadap Keselamatan Negara

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:08 | 23.00k
Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD. (FOTO: dok pribadi)
Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD. (FOTO: dok pribadi)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD mengatakan, demonstrasi terus meluas diberbagai daerah. Ia mendesak agar pihak pemerintah segera memberikan respon terhadap tuntutan dari publik. 

"Situasi sekarang ini mencekam akibat peristiwa demo di DPR yang menimbulkan banyak korban dan kerusuhan meluas di seluruh tanah air. Hal ini tentu harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang dan berwajib," katanya dalam keterangan resminya diterima TIMES Indonesia, Minggu (31/8/2025).

Advertisement

Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya  mendukung adanya demo dan protes, karena itu merupakan hak rakyat untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap pengelola pemerintahan maupun lembaga-lembaga politik. "Kita mengerti, bahkan mendukung penuh aspirasi itu," jelasnya. 

Namun masalahnya, kata mantan Ketua MK itu, yang terjadi sekarang sudah terlalu jauh. Banyak kerusakan fasilitas umum, korban jiwa terluka dan hingga ada yang wafat. "Itu sudah tidak sehat," tambahnya. 

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat Indonesia bahwa situasi ini tidak baik dan harus segera diselesaikan. "Saya tetap mendukung aspirasi para demonstran, namun mari lakukan secara terukur agar negara ini tetap selamat. Kepada petugas lapangan, saya juga berharap agar tidak bertindak sewenang-wenang," katanya. 

Akumulasi Kekecewaan

Mahfud MD juga bicara mengenai penyebab rakyat murka hingga demonstrasi di Tanah Air begitu sangat cepat meluas ke daerah-daerah. Menurutnya, ini adalah karena rakyat kecewa terhadap penguasa. 

"Masalah utama yang kita lihat adalah akumulasi kekecewaan. Kebijakan-kebijakan pemerintah banyak sekali menimbulkan protes di berbagai bidang. Hampir setiap saat protes muncul, namun penyelesaiannya tidak jelas. Hanya diberi janji atau solusi sementara, sementara kebijakan baru terus muncul yang kembali memicu persoalan di masyarakat," jelasnya. 

Selain itu, lanjut dia, juga banyak politisi yang arogan, tidak memiliki empati terhadap kehidupan rakyat. Hal ini menimbulkan reaksi keras yang memanaskan keadaan. Penegakan hukum pun sering tidak konsisten. Ada yang jalan, ada yang tidak. Masalah kecil tidak bisa diselesaikan, sementara kasus besar diumumkan namun tindak lanjutnya tidak jelas.

"Ada pula pejabat yang diduga korup, namun masih bebas berkeliaran, tetap berkuasa, dan membuat kebijakan. Semua ini harus diselesaikan agar persoalan bangsa tidak semakin rumit. Negara ini adalah milik kita bersama. Wahai rakyat, aparat bukanlah musuh kalian. Wahai aparat, rakyat juga bukan musuh kalian. Keduanya hanyalah korban dari kebijakan para pejabat dan pemimpin yang korup," ujar Mahfud MD. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES