TIMESINDONESIA, JAKARTA – Konsultan Onkologi Senior dari OncoCare Singapura, Dr. Akhil Chopra, menekankan bahwa deteksi dini memiliki peran krusial dalam mencegah kanker paru, yang sering kali baru terdiagnosis setelah mencapai stadium lanjut.
"Kanker paru yang terdeteksi sejak dini, sebelum menyebar, memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih baik," kata Dr. Chopra kepada media di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Ia menyatakan bahwa deteksi dini sangat vital, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi seperti perokok dan individu yang terpapar polusi udara. Dr. Chopra mengingatkan bahwa batuk yang tak kunjung sembuh sering diabaikan, padahal bisa menjadi indikasi awal kanker paru.
Menurut data Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2022 dari WHO, kanker paru adalah kanker ketiga terbanyak di Indonesia dan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria. Sebuah studi Roche Asia Pacific Lung Cancer Case Study 2023 menunjukkan bahwa sekitar 70% kasus kanker paru di Indonesia ditemukan pada stadium lanjut.
“Tidak semua batuk itu ringan. Bila batuk berlangsung lama, terutama pada mereka yang memiliki riwayat merokok atau terpapar polusi, perlu dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dr. Chopra menjelaskan bahwa kemajuan teknologi kini memungkinkan pengobatan yang lebih presisi. Tes biomarker genetik dapat mengidentifikasi mutasi tertentu, memungkinkan pasien mendapatkan terapi tertarget atau imunoterapi yang lebih efektif dengan efek samping lebih minimal dibanding kemoterapi konvensional.
Ia mencontohkan salah satu pasien asal Indonesia yang ditangani OncoCare berhasil memulai terapi dengan cepat setelah kanker paru stadium awalnya terdeteksi. Berkat obat tertarget, pasien tersebut terhindar dari kemoterapi dan dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa “deteksi dini menjadi kunci karena kanker paru stadium awal lebih mudah diobati dengan efek samping lebih ringan,” dan pengobatan modern memungkinkan pasien mempertahankan kualitas hidupnya. OncoCare, melalui tim multidisiplin dan akses ke terapi mutakhir, menyatakan komitmennya untuk mendukung pasien di Indonesia, termasuk dengan menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia dan dukungan pasien internasional.
“Jika batuk berkepanjangan tidak kunjung reda, jangan abaikan. Pemeriksaan tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa,” tegas Dr. Chopra. (*)
Pewarta | : Antara |
Editor | : Faizal R Arief |
Kereta Uap dan Diesel Kembali Hidup di Ambarawa, Wisatawan Bisa Nostalgia Naik Lokomotif Legendaris
Tertipis di Dunia, Ponsel Lipat Honor Magic V5 Merambah Eropa
Bon Jovi Luncurkan Album Forever, Kolaborasi Musisi Dunia
Humain Chat, Bot AI Arab Saudi Penantang Baru ChatGPT
Hindari Informasi Negatif untuk Jaga Kesehatan Mental
Sering Terlambat Terdiagnosis, Spesialis Onkologi: Deteksi Dini Kunci Lawan Kanker Paru
Bukan Hanya Gula, 5 Makanan Populer Ini Juga Bisa Merusak Gigi
Kesenjangan Ekonomi, Demokrasi Transaksional dan Paradoks Wakil Rakyat
Ricuh di DPR RI, Massa Jebol Pagar dan Balas Gas Air Mata dengan Petasan
Tunjangan DPR, Gas Air Mata, dan Rakyat Kecil yang Tergilas