TIMESINDONESIA, JAKARTA – Psikolog Klinis RSUD Wangaya Kota Denpasar, Nena Mawar Sari, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama berita bernuansa negatif yang beredar di media sosial. Menurutnya, paparan berlebihan dapat menimbulkan stres hingga mengganggu kesehatan mental.
“Hati-hati hal tersebut (berita negatif) bisa membuat kita overwhelmed, bahkan menjadi stres dan kemudian berkembang menjadi masalah-masalah kesehatan mental lainnya. Kata kuncinya cuma satu yaitu, filter,” kata Nena saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Ia menyarankan masyarakat untuk memilah berita yang benar-benar bermanfaat, bukan yang justru menambah beban pikiran. “Ingat kesehatan kita lebih penting dari apa pun,” ujarnya.
Bagi mereka yang sudah terlanjur terpapar, Nena menyarankan melakukan jeda sejenak dengan mengatur napas secara perlahan serta mempertimbangkan apakah informasi tersebut layak disimpan atau tidak.
Cara lain yang disarankan yakni berbincang dengan orang terdekat mengenai hal-hal ringan dan menyenangkan, hingga beristirahat dari konten-konten negatif di media sosial.
“Upaya lain yaitu berpuasa dari konten negatif dan melakukan aktivitas fisik agar energi tersalurkan, sehingga tidak hanya terpaku di media sosial,” katanya.
Belakangan ini, linimasa publik diwarnai berbagai isu yang dianggap melelahkan, mulai dari kasus operasi tangkap tangan pejabat, tindak kriminal, hingga kerusuhan dalam aksi demonstrasi. Sejumlah warganet juga mengeluhkan rasa jenuh terhadap derasnya informasi yang mengejutkan hampir setiap hari.
Sementara itu, Psikolog Klinis Universitas Indonesia, Kasandra Putranto, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengutip pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya berarti bebas dari penyakit, tetapi juga kondisi sejahtera secara fisik, mental, dan sosial.(*)
Pewarta | : Imadudin Muhammad |
Editor | : Imadudin Muhammad |
Kereta Uap dan Diesel Kembali Hidup di Ambarawa, Wisatawan Bisa Nostalgia Naik Lokomotif Legendaris
Tertipis di Dunia, Ponsel Lipat Honor Magic V5 Merambah Eropa
Bon Jovi Luncurkan Album Forever, Kolaborasi Musisi Dunia
Humain Chat, Bot AI Arab Saudi Penantang Baru ChatGPT
Hindari Informasi Negatif untuk Jaga Kesehatan Mental
Sering Terlambat Terdiagnosis, Spesialis Onkologi: Deteksi Dini Kunci Lawan Kanker Paru
Bukan Hanya Gula, 5 Makanan Populer Ini Juga Bisa Merusak Gigi
Kesenjangan Ekonomi, Demokrasi Transaksional dan Paradoks Wakil Rakyat
Ricuh di DPR RI, Massa Jebol Pagar dan Balas Gas Air Mata dengan Petasan
Tunjangan DPR, Gas Air Mata, dan Rakyat Kecil yang Tergilas