TIMESINDONESIA, BATU – Tim Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB Bogor) menyusun desain strategi pengembangan komoditas unggulan yang aplikatif dan berbasis potensi lokal di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.
Salah satu komoditas lokal yang bisa dikembangkan di kabupaten ini adalah Durian Moutong.
Rencana ini seiring kedatangan Tim Ekspedisi Patriot dari IPB University di Kabupaten Parigi Moutong. Kedatangan tim ekspedisi ini disambut oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.
Ketua Tim Ekspedisi IPB, Lukmanul Hakim Zaini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Nasional Ekspedisi Patriot yang dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman pada 24–25 Agustus 2025 di Jakarta lalu.
Tim dari IPB ini beranggotakan lima orang, dipimpin oleh Dr. nat. techn. Lukmanul Hakim Zaini (Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB), dengan Koordinator Lapangan Habib Alif Refdy, serta anggota Dyah Ayu, Febri Berutu, dan Zildjan Nasrullah (mahasiswa/alumni IPB).
Lukmanul Hakim Zaini menjelaskan bahwa timnya akan menetap selama empat bulan dengan basecamp awal di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu.
“Tim akan menetap di Desa Petunasugi selama empat bulan untuk melakukan survei lapangan, pemetaan aktor, dan penilaian daya saing komoditas. Pendekatan kami menggabungkan analisis rantai pasok dan SWOT agar strategi yang dirumuskan aplikatif dan berbasis potensi lokal.”, jelas Lukman.
Tujuan utama ekspedisi adalah menyusun desain strategi pengembangan komoditas unggulan yang aplikatif dan berbasis potensi lokal.
Pendekatan penelitian akan menggabungkan analisis rantai pasok dan analisis SWOT, serta metode survei lapangan, pemetaan aktor dalam sistem produksi dan distribusi, dan penilaian daya saing berbasis data primer serta masukan pemangku kepentingan dari petani hingga pelaku pasar.
Ditempat yang sama Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mendukung penuh terhadap kegiatan ini dan menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk memfasilitasi data dan koordinasi melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.
“Kami memberikan dukungan penuh, termasuk akses data dan koordinasi antar OPD melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi” kata Erwin.
Ia menjelaskan bahwa komoditas yang sedang tren dan menjanjikan saat ini adalah durian. "Saat ini durian menjadi salah satu komoditas unggulan yang menjanjikan, kami berharap rekomendasi tim akan memperkuat nilai tambah dan rantai pasoknya.”kata Erwin.
Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Parigi Moutong, Hendra Bangsawan menegaskan kesiapan memberikan akses data dan fasilitasi technical-logistik bagi tim selama masa studi.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan intervensi teknis yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperkuat rantai pasok, dan memberdayakan pelaku usaha pertanian di kawasan transmigrasi bahari Tomini Raya.
Selama masa tinggal di lapangan, tim berkomitmen melaporkan perkembangan secara berkala kepada Pemkab Parigi Moutong dan pihak Kementerian Transmigrasi.(*)
Pewarta | : Muhammad Dhani Rahman |
Editor | : Imadudin Muhammad |
Bukan Hanya Gula, 5 Makanan Populer Ini Juga Bisa Merusak Gigi
Kesenjangan Ekonomi, Demokrasi Transaksional dan Paradoks Wakil Rakyat
Ricuh di DPR RI, Massa Jebol Pagar dan Balas Gas Air Mata dengan Petasan
Tunjangan DPR, Gas Air Mata, dan Rakyat Kecil yang Tergilas
Ojol Meninggal Dilindas Rantis Brimob, BEM Unuja Probolinggo: Stop Kekerasan Negara!
HMI Mojokerto Sorot Kinerja DPR dan Perilaku Dehumanisasi Polri dalam Demo di DPR RI
Solidaritas 1000 Lilin di Palu, Warga Serukan Keadilan untuk Affan Kurniawan
Sampaikan Duka Cita, Puan Maharani: DPR RI akan Terus Berbenah
Temui Massa Aksi, Kapolresta Malang Kota: Kami Minta Maaf Serendah-Rendahnya Hati Kami
PPI Turki Desak Keadilan atas Tragedi Affan Kurniawan