TIMESINDONESIA, JAKARTA – Selama ini, gula sering dianggap sebagai musuh utama kesehatan gigi. Padahal, ada sejumlah makanan lain yang diam-diam memberi dampak serupa, bahkan bisa lebih buruk.
Dikutip dari Real Simple, dokter gigi Sandip Sachar, DDS, menjelaskan bahwa makanan punya pengaruh besar terhadap kesehatan mulut. “Genetik memang berperan dalam kekuatan enamel, produksi air liur, hingga kerentanan gusi. Tapi pola makan adalah faktor yang bisa dikendalikan dan setiap hari berpengaruh terhadap risiko gigi berlubang, penyakit gusi, hingga keseimbangan bakteri mulut,” jelasnya.
Berikut lima jenis makanan yang tak kalah berbahaya bagi gigi, meski sering dianggap aman:
Snack buah kering, seperti kismis atau mangga kering, sering dianggap sehat. Namun, kandungan gulanya yang tinggi serta teksturnya yang lengket membuat sisa buah mudah menempel di gigi. “Buah kering bisa memberi makan bakteri penyebab gigi berlubang dan memperpanjang paparan asam yang mengikis enamel,” kata Dr. Sachar. Konsumsi lebih aman bila dimakan bersama makanan utama yang merangsang produksi air liur.
Makanan ringan seperti keripik kentang atau cracker ternyata juga bisa memicu masalah. Tepung dan pati di dalamnya akan berubah menjadi gula sederhana saat dikunyah, lalu menempel di sela-sela gigi. “Banyak orang tak menyadari camilan ini bisa sama buruknya dengan permen,” ujar Dr. Sachar.
Jeruk, lemon, dan grapefruit memang kaya vitamin, tetapi tingkat keasamannya tinggi. Konsumsi berlebih bisa mengikis enamel secara bertahap. Dr. Sachar menyarankan agar tidak langsung menyikat gigi setelah makan buah asam. “Tunggu setidaknya 30 menit agar enamel yang melunak tidak ikut terkikis,” katanya.
Yogurt dikenal bermanfaat untuk pencernaan karena probiotik dan kalsium. Namun, banyak produk yogurt rasa mengandung tambahan gula dalam jumlah tinggi. Karena itu, pilih varian plain atau cek label nutrisi sebelum membeli.
Sering dipromosikan sebagai makanan sehat, granola bar dan energy bar ternyata bisa menjadi jebakan. Tekstur lengket ditambah gula, madu, atau buah kering di dalamnya membuat camilan ini rentan merusak gigi. “Sebaiknya pilih bar dengan topping minimal dan hindari yang terlalu manis,” kata Dr. Sachar.
Menurut Dr. Sachar, makanan-makanan tersebut tidak perlu dihapus total dari menu harian. Namun, perlu kesadaran dalam mengatur waktu, frekuensi, serta kebiasaan setelah makan. “Kalau dimakan bersama makanan lain, produksi air liur akan meningkat sehingga membantu membersihkan sisa gula dan partikel makanan,” jelasnya.
Dengan kata lain, menjaga gigi tetap sehat bukan hanya soal menghindari gula, tetapi juga mengontrol pola makan secara keseluruhan. (*)
Pewarta | : Wahyu Nurdiyanto |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Bon Jovi Luncurkan Album Forever, Kolaborasi Musisi Dunia
Humain Chat, Bot AI Arab Saudi Penantang Baru ChatGPT
Hindari Informasi Negatif untuk Jaga Kesehatan Mental
Sering Terlambat Terdiagnosis, Spesialis Onkologi: Deteksi Dini Kunci Lawan Kanker Paru
Bukan Hanya Gula, 5 Makanan Populer Ini Juga Bisa Merusak Gigi
Kesenjangan Ekonomi, Demokrasi Transaksional dan Paradoks Wakil Rakyat
Ricuh di DPR RI, Massa Jebol Pagar dan Balas Gas Air Mata dengan Petasan
Tunjangan DPR, Gas Air Mata, dan Rakyat Kecil yang Tergilas
Ojol Meninggal Dilindas Rantis Brimob, BEM Unuja Probolinggo: Stop Kekerasan Negara!
HMI Mojokerto Sorot Kinerja DPR dan Perilaku Dehumanisasi Polri dalam Demo di DPR RI