TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dricus du Plessis, mantan juara kelas menengah UFC, secara sportif mengakui keunggulan Khamzat Chimaev setelah dikalahkan dalam pertarungan memperebutkan gelar di UFC 319.
"Selamat untuk Khamzat, dia pantas mendapatkannya, 100 persen," ujar du Plessis dalam video resmi UFC yang diunggah di YouTube, Senin (18/8/2025). Petarung asal Afrika Selatan itu kehilangan gelarnya setelah dikalahkan Chimaev melalui keputusan bulat juri (50-44) dalam laga lima ronde di Chicago, AS.
Du Plessis tampak kesulitan menghadapi teknik grappling Chimaev yang mendominasi sepanjang pertarungan. "Orang itu (Chimaev) memiliki kontrol yang luar biasa di atas," puji du Plessis.
"Dia seperti selimut. Ini bukan soal kekuatan, tapi seolah-olah dia tahu apa langkahmu selanjutnya," imbuhnya.
Kemenangan ini mengantarkan Chimaev menjadi juara baru kelas menengah sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkannya menjadi 15-0. Strategi pengendalian sempurna dari petarung Chechnya itu berhasil menetralisir serangan du Plessis, yang hanya sempat memberikan ancaman serius di detik-detik akhir pertarungan.
Meski menderita kekalahan pertama dalam 10 pertarungan UFC-nya, du Plessis tetap optimis: "Dia mengalahkan saya dengan adil malam ini... Saya akan datang untuk mengambil kembali sabuk saya."
Kini, Chimaev menghadapi antrean penantang potensial seperti Caio Borralho, Nassourdine Imavov, dan rival lamanya Paulo Costa. Sementara du Plessis harus menemukan cara untuk kembali ke jalur perebutan gelar di tengah persaingan ketat di divisi kelas menengah UFC. (*)
Pewarta | : Antara |
Editor | : Faizal R Arief |
Bon Jovi Luncurkan Album Forever, Kolaborasi Musisi Dunia
Humain Chat, Bot AI Arab Saudi Penantang Baru ChatGPT
Hindari Informasi Negatif untuk Jaga Kesehatan Mental
Sering Terlambat Terdiagnosis, Spesialis Onkologi: Deteksi Dini Kunci Lawan Kanker Paru
Bukan Hanya Gula, 5 Makanan Populer Ini Juga Bisa Merusak Gigi
Kesenjangan Ekonomi, Demokrasi Transaksional dan Paradoks Wakil Rakyat
Ricuh di DPR RI, Massa Jebol Pagar dan Balas Gas Air Mata dengan Petasan
Tunjangan DPR, Gas Air Mata, dan Rakyat Kecil yang Tergilas
Ojol Meninggal Dilindas Rantis Brimob, BEM Unuja Probolinggo: Stop Kekerasan Negara!
HMI Mojokerto Sorot Kinerja DPR dan Perilaku Dehumanisasi Polri dalam Demo di DPR RI